di balik pemikiran hizbut tahrir

artikel di balik pemikiran hizbut tahrir ini menyadur tulisan dari ustad agus trisa, aktivis HTI SURAKARTA/SOLO.  Simak tulisan renyah beliau yang berjudul asli "pemikiran hizbut tahrir".


Artikel  ini tidak hendak bersikap ta’ashub atau fanatik kepada Hizbut Tahrir. Sebab,artikel  semacam ini sah-sah saja ditulis oleh kader sebuah jamaah dakwah dari mana pun dia berasal, dan apa pun nama jamaah dakwah tersebut, untuk menunjukkan kecintaannya kepada jamaah dakwah yang bersangkutan.

Tetapi rtikel  ini hanya sebatas ungkapan perasaan pribadi atas keprihatinan kepada sebagian kalangan yang seringkali memandang Hizbut Tahrir besertapemikirannya secara kurang proporsional.

Pemikiran Hizbut Tahrir. itu memiliki ciri yang khas (unik). Keunikan atau keistimewaan pemikiran Hizbut Tahrir. tercermin dari tiga hal, yaitu kompleks, kokoh,  memuaskan akal dan menentramkan hati.

1)       Kompleks

Kompleks, maksudnya adalah bahwa pemikiran Hizbut Tahrir. itu saling berkaitan antara satu dengan yang lain. Maksudnya, antara satu aspek pemikiran pasti terkait dengan aspek pemikiran yang lainnya. Satu pemikiran, tidak berdiri sendiri. Karena itu, jika ingin memahami pemikiran Hizbut Tahrir., harus memahami beberapa aspek pemikiran.

Misalnya, pemikiran tentang khilafah. Khilafah wajib ditegakkan berdasarkan dalil-dalil syar’i yang ada. Pemahaman seperti ini, umum dipahami oleh banyak gerakan. Tetapi dalam konteks Hizbut Tahrir., wajibnya menegakkan khilafah itu tidak semata-mata soal dalil. Tetapi juga soal realitas atau hakikat dari masyarakat; ‘apa itu masyarakat’. Karena itu, ketika membahas soal wajibnya menegakkan khilafah, Hizbut Tahrir. juga membahas soal realitas masyarakat dan cara mengubah masyarakat. Tidak cukup sampai di sini. Untuk memahami tentang cara mengubah masyarakat, Hizbut Tahrir juga membahas tentang konten terpenting dalam masyarakat, yaitu hakikat dari manusia; ‘apa itu manusia’.

Maka, setiap orang yang ingin mempelajari pemikiran Hizbut Tahrir. tentang khilafah, dia juga harus memahami pemikiran Hizbut Tahrir tentang manusia (sebagai individu) dan masyarakat. Individu dengan masyarakat itu berbeda. Karena memiliki fakta yang berbeda, maka cara mengubahnya (dari yang semula tidak Islami menjadi Islami) juga berbeda.

Maka, tidak heran jika ketika Hizbut Tahrir. membahas tentang khilafah, maka dasar pemahaman tentang 'apa itu manusia' wajib dipahami pula. Kalau tidak dipahami, maka akan fatal akibatnya. Nah, inilah yang harus dipelajari.

Jika seseorang belajar di Hizbut Tahrir., semata-mata karena khilafah itu wajib, tanpa ditopang dengan pemikiran Hizbut Tahrir yang lain, maka orang tersebut hakikatnya belum merasakan keunikan pemikiran Hizbut Tahrir. Itu artinya, sama saja dia mempelajari wajibnya khilafah, baik di Hizbut Tahrir. maupun di gerakan Islam yang lain. Padahal, pemikiran Hizbut Tahrir. itu unik, khas, berbeda dengan yang lain.

Contoh lain, misalnya berkaitan dengan hadis ahad. Polemik tentang hadis ahad dan Hizbut Tahrir telah ramai. Tetapi hampir seluruhnya memiliki pandangan yang tidak sesuai dengan kenyataannya.

Ketika membahas sah tidaknya hadis ahad menjadi dasar akidah, Hizbut Tahrir. tidak mencukupkan diri pada pendapat para ulama terdahulu. Tetapi ini juga sangat terkait dengan realitas (hakikat) dari akidah, realitas (hakikat) dari al-fikr atau pemikiran; ‘apa itu pemikiran’, juga tentang al-aql (akal); ‘apa itu akal’. Kalau orang ingin mempelajari pemikiran Hizbut Tahrir. tentang hadis ahad secara objektif, maka dia juga harus mempelajari pemikiran Hizbut Tahrir yang lain tentang realitas akidah dan realitas al-fikr (pemikiran). Jika tidak, maka pemahaman yang dia dapatkan pasti akan setengah-setengah dan ini rawan menimbulkan fitnah.

Lantas, apakah ini menunjukkan bahwa pemikiran Hizbut Tahrir sulit dipelajari? Jawaban, tidak. Justru ini menunjukkan keunikan pemikiran Hizbut Tahrir. dibandingkan pemikiran yang lainnya. Ini juga menunjukkan betapa kokoh pemikiran yang diemban oleh Hizbut Tahrir.

Kesimpulannya, jika kita ingin mengetahui pemikiran Hizbut Tahrir. tetapi kok hanya mempelajari pada satu aspek, maka akan sangat sulit bagi kita untuk mendapatkan pemikiran yang utuh. Pemikiran yang didapat hanya setengah-setengah. Padahal, pemikiran Hizbut Tahrir itu tidak setengah-setengah. Pemikiran yang seperti ini sangat membahayakan, karena bisa menjerumuskan seseorang ke dalam fitnah.

2)       Kokoh

Kokoh di sini maksudnya adalah bahwa pemikiran yang diemban oleh Hizbut Tahrir memiliki argumentasi yang kuat. Hal ini ditunjukkan dari masih orisinilnya pemikiran Hizbut Tahrir, dari sejak awal didirikan sampai sekarang. Sanad keilmuan yang terangkai dari sejak hampir 60 tahun berdirinya, tidak terputus. Pemikiran yang dipelajari oleh kader Hizbut Tahrir di awal berdirinya, sama seperti pemikiran yang dipelajari oleh kader Hizbut Tahrir masa kini. Pemikiran yang dipelajari kader Hizbut Tahrir di Palestina, sama seperti pemikiran yang dipelajari kader Hizbut Tahrir di Indonesia.

Pemikiran Hizbut Tahrir, sejak di awal berdirinya sampai masa sekarang ini, tidak berubah. Konsepnya tentang jihad, tentang manusia, tentang masyarakat, tentang khilafah, tentang metode menegakkan khilafah, tentang akidah, tentang fikih dan ushul fikih, tentang politik dan konflik internasional; semuanya masih sama. Masih orisinil dan belum berubah, sekalipun sudah puluhan tahun dan banyak terjadi perubahan-perubahan besar di dunia. Ini semuanya merupakan bukti, bahwa pemikiran Islam yang diusung Hizbut Tahrir adalah pemikiran yang kokoh, tangguh, serta memiliki karakter dan hujjah yang kuat.

Lebih kokoh lagi, jika kita melihat realitas dari metode perjuangan Hizbut Tahrir. Sejak berdirinya, hingga sekarang, Hizbut Tahrir tidak pernah mengubah metode perjuangannya, sekalipun berbegai macam fitnah, caci maki, dan teror menimpa kader-kader Hizbut Tahrir. Tetapi semua itu sama sekali tidak membuat Hizbut Tahrir goyah atau kehilangan arah, apalagi mengubah metode perjuangannya. Seolah-olah Hizbut Tahrir ingin mengatakan, "Inilah jalannya. Tidak ada jalan lain."

Justru semua itu semakin menunjukkan bahwa pemikiran yang diusung Hizbut Tahrir benar-benar pemikiran kokoh, sehingga mereka yang tidak suka dengan Hizbut Tahrir telah kehilangan akal sehatnya. Lalu terciptalah caci maki, fitnah, dan intimidasi (teror). Mereka takut, pemikiran yang kokoh itu justru akan semakin membuat eksistensi mereka tergusur.

3)       Memuaskan akal dan menentramkan hati

Pemikiran Hizbut Tahrir memiliki sifat memuaskan akal dan menentramkan hati. Maksudnya adalah bahwa pemikiran Hizbut Tahrir benar-benar masuk akal, dan akal kita tidak mampu lagi untuk bertanya, dikarenakan kuatnya argumen yang dibangun. Selain itu juga menentramkan hati. Maksudnya adalah bahwa hati kita tidak akan gelisah dikarenakan akal terpuaskan dengan segala jawaban.

Semoga, semakin banyak orang yang bersih hatinya dalam memandang Hizbut Tahrir Tidak lagi terlontar fitnah dan tuduhan tanpa dasar. Karena itu, satu-satunya cara mengetahui pemikiran HT adalah dengan mengaji bersama Hizbut Tahrir. Sebab, pemikiran Hizbut Tahrir itu adalah sebuah mafahim (pemahaman), bukan semata maklumat (informasi). Mafaahim, hanya bisa didapat melalui proses pengkajian dalam halaqah. Sementara maklumat atau informasi, bisa didapatkan di mana pun dan dari siapa pun. Baik dari media massa, atau media elektronik. Cukup baca, lalu pahami, selesai. Begitulah jika orang hanya mempelajari sesuatu untuk mendapatkan maklumat (informasi). Seperti anak yang datang ke sekolah, duduk, dengarkan guru, lalu hafalkan. Sampai rumah, informasinya bertambah. Ya, hanya sebatas informasi. Tetapi tidak akan menjadi pemahaman (mafaahim). Bedanya, informasi tidak akan memberikan efek apa pun, tetapi mafaahim akan membentuk kepribadian (pola pikir dan pola sikap) seseorang.

Siapa saja, yang ingin mempelajari pemikiran Hizbut Tahrir, hendaknya dia banyak bertanya kepada kader Hizbut Tahrir, bukan bertanya kepada mereka yang bukan kader Hizbut Tahrir. Kader Hizbut Tahrir itu banyak. Karena itu, tingkat penguasaan informasi masing-masing orang juga berbeda-beda. Ada yang tingkat informasinya banyak, ada juga orang yang tingkat informasinya sedikit. Ketika kita tidak mendapati banyak informasi dari satu kader, hendaknya kita tidak cukup puas dengan kader tersebut. Namun, tetap terus mencari untuk mendapatkan jawaban yang pasti. Dan jangan mencukupkan diri pada jawaban-jawaban yang tidak pasti. Jawaban yang pasti adalah jawaban yang mampu membuat kita tidak lagi bertanya karena pertanyaan kita sudah terjawab.

Wallahu a’lam.


Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "di balik pemikiran hizbut tahrir "

  1. Sayangnya bila di ajak ngaji itu susah karena orang itu sudah punya maklumat yg keliru tentang HTI.

    Tapi dengan apa lagi caranya, karena satu-satunya memang harus ikut kajian baru faham.

    Yah semoga di beri kesabaran xalam mengajak ngaji, dan mereka diberi kelapangan hatinya yang di ajak ngaji tersebut, agar mau bersedia mendengarkan aja dulu, artinya telinga bathinnya mau terbuka.Amin.

    BalasHapus
  2. Sayangnya bila di ajak ngaji itu susah karena orang itu sudah punya maklumat yg keliru tentang HTI.Tapi dengan apa lagi caranya, karena satu-satunya memang harus ikut kajian baru faham.Yah semoga di beri kesabaran xalam mengajak ngaji, dan mereka diberi kelapangan hatinya yang di ajak ngaji tersebut, agar mau bersedia mendengarkan aja dulu, artinya telinga bathinnya mau terbuka.Amin. 

    BalasHapus